Tata Cara Pendaftaran Merek Dagang ke HKI

Dalam dunia perdagangan, merek menjadi elemen penting sebagai tanda pembeda dengan produk lainnya dipasaran. Seiring pertumbuhan penjualan produk, merek pun menjadi semakin terkenal dan tentunya “nilai jual” nya tinggi.

Seringkali pengusaha pemula mengabaikan hal ini, dan ketika usahanya mulai berkembang merek tersebut sudah digunakan oleh orang lain. Lemes deh..

Okey, saya akan sharing pengalaman ketika saya mengurus merek ke DJHKI (Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual yang berada di Kuningan, Jakarta Selatan.

Kira-kira pukul 09.00wib saya meluncur ke kantor HKI di Jl. Rasuna Said Kav 8-9 Kuningan, Jaksel. Tepatnya diseberang Gor Sumantri dan bersebelahan dengan kantor KEMENKUMHAM dan IMIGRASI.

Masuk ke gedung kantor HKI, suasananya tidak terlalu ramai namun tetap antri santai. Karena masih agak bingung mengenai pengurusannya saya bertanya kepada OB setempat. akhirnya saya dirujukan ke form pembayaran / pemesanan nama merek dagang. skip..

Oiya, sebelum lanjut. Saya tuliskan persyaratannya terlebih dahulu :

Syarat-syarat pengajuan merek dagang :

  1. Permohonan pendaftaran merek diajukan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan untuk itu.
  2.  dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap 4 (empat).
  3.  Pemohon wajib melampirkan:
    1. surat pernyataan di atas kertas bermeterai cukup yang ditandatangani oleh pemohon (bukan kuasanya), yang menyatakan bahwa merek yang dimohonkan adalah miliknya;
    2. surat kuasa khusus, apabila permohonan pendaftaran diajukan melalui kuasa;
    3. salinan resmi akte pendirian badan hukum atau fotokopinya yang dilegalisir oleh notaris, apabila pemohon badan hukum;
    4. 24 lembar etiket merek (4 lembar dilekatkan  pada formulir)  yang dicetak di atas kertas;
    5. fotokopi kartu tanda penduduk pemohon; bukti prioritas asli dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia, apabila digunakan dengan hak prioritas; dan
    6. bukti pembayaran biaya permohonan.

Keterangan:

Dari rumah saya siapkan berkas-berkas diantaranya :

  • Foto copy ktp
  • Formulir yang harus diisi dan di print sendiri. DOWNLOAD FORMULIRNYA
  • Mengisi formulir diatas sempet bingung, namun nyari-nyari informasi akhirnya ketemu juga, jadi ada 2 lembar
    • 1. FORM Pernyataan Pemilik Merek bermaterai 6000
    • 2. FORM Permintaan Pendaftaran Merek.
    • IMG_4499
  • Cetak etiket (logo merek) yang akan didaftarkan sebanyak 24 pcs. Waktu itu sya cuma ngopy 4pcs jadi selebihnya minta bantuan OB HKI untuk diperbanyak. 😀

 

** Untuk kelas barang / Jasa silahkan mengacu pada HKI ya.. klik disini

Setelah semuanya sudah siap. Yang dilakukan adalah sbb:

 

  1. Menuju loket BANK BRI yang berada didalam kantor HKI dan mengisi form untuk biaya pembayaran pendaftaran merek. Biayanya Rp.1.000.000,- Jika Anda sudah punya surat keterangan bahwa usaha Anda tercantum dalam Kemendag sebagai UKM biayanya cukup Rp.500.000.
  2. Setelah bayar di bank BRI, bawa bukti pembayaran tersebut dan dicantumkan dengan seluruh persyaratan-persyaratan yang telah tertulis diatas. Kemudian taruh di loket pendaftaran merek.
  3. Menunggu beberapa saat hingga dipanggil oleh petugas loket.
  4. Selesai. Ups, belum selesai semuanya… ini baru pengajuan saja.. entah nanti ditolak atau diterima pengajuannya akan dikabarkan oleh pihak HKI. Total prosesnya bisa mencapai 1 tahun. Jadi sabar ya.. 😀

 

Jika ada pertanyaan silahkan layangkan ke kolom komentar dibawah, semoga bisa membantu ya..

 

Tentang Hilaludin Wahid

Seorang Blogger yang aktif dalam dunia Digital Marketing. Saat ini dia sedang menempuh pendidikan magister-nya di FIKOM Universitas Mercu Buana konsentrasi pada Media Industri dan Bisnis.
Tulisan ini dipublikasikan di Legal dan tag , , . Tandai permalink.

2 Respon untuk Tata Cara Pendaftaran Merek Dagang ke HKI

  1. Sofyan berkata:

    Mas sdh jdi blm merknya ,, ak ad rencana mau ajukan ke HKI tp sblmnya mau lewat kemendag dlu di daerah saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *