NGOTOTNYA SOLARIA

CEO Words
Rabu, 1 Februari 2017

Tanggal 28 Januari kemarin, Saya menggunakan kereta dalam perjalanan dari Malang sampai dengan Solo. Perjalanan menggunakan kereta dari jam 14.25 sd 21.00.

Ada yang menarik saat Saya memesan makanan yang dijajakan oleh tim Restoran Kereta Api. Sang Pramuniaga membawa beberapa box makanan yang sudah terkemas dalam box plastik cantik. Dan setelah Saya membelinya, ternyata ini produk kemasan Solaria.

Saya kira akan ada perubahan pada rasa. Atau mungkin kualitas yang menurun. Namun hal itu tidak begitu terasa. Makanan kemas saji Solaria masih nyaman untuk dinikmati, mungkin karena Saya lapar.

Pertemuan Saya dengan nasi box Solaria langsung merangsang otak Saya untuk berfikir. Betapa NGOTOTnya Solaria “memaksa” penjualan produknya.

Tergambar sekian banyak perjalanan kereta. Tergambar sekian banyak penumpang yang terjajakan produk Solaria. Tergambar berapa banyak pertambahan omset yang berhasil dicetak Solaria. Menurut Saya, Solaria berhasil memanfaatkan Restoran Kereta Api sebagai kanal distribusi.

Makanan cepat saji yang lain mungkin tidak terfikir membangun produk seperti Solaria. Terbayang bungkusan box kertas ayam cepat saji jika disajikan bertumpuk di lorong kereta api. Pasti berminyak dan basah.

Tidak dengan Solaria. Box plastik cantik ini dikemas dengan baik. Terbungkus plastik dengan rapat. Sendok dan garpu tersedia. Tissue tersedia. Bahkan nasi berbungkus lapisan kertas tipis. Nampaknya Solaria sangat berfikir tentang bagaimana menghadirkan produk di moda transportasi yang terus bergerak.

Dari kisah Solaria diatas, kita dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya mengoptimalkan kanal distribusi. Terkadang kita harus NGOTOT untuk mencari kanal yang potensial. Kita harus memaksa seluruh sel-sel otak kita bekerja mencari jalan. Dan Solaria melakukan itu.

“Jika makanan dibungkus, bisa basi dan gak segar.”
Solaria mengemas terpisah antara lauk dan nasi, dan mengemasnya dengan wrap plastik tertutup. Hak ini tentu membantu memperpanjang daya tahan.

“Jika dijual dikereta, kondisi kereta tidak stabil, bisa bergoyang.”
Solaria telah mengemas makanannya sehingga tidak musah tumpah atau.

“Jika makanannya dibungkus, bungkus makanan bisa basah dan berminyak”
Solaria memakai box plastik. Aman.

Disitulah beberapa kengototan Solaria yang Saya tangkap. Semoga kita dapat mengambil pelajaran besar atas hal tersebut.

Rendy Saputra – CEO KeKe Busana
Pengajar Bisnis di duakodikartika.com

Semoga berkenan untuk like, comment and share…

Silakan berlangganan tulisan dan informasi terkait bisnis dengan mengirimkan Nama dan Domisili via WA ke 081288407094 | save dengan nama ZID CLUB

Link support :

Travel Malang Juanda? Pilih Nahwa Travel, Bukan yang Lain

NISSAN X-TRAIL, MOBIL SUV PALING TANGGUH DAN NYAMAN

Tentang Hilaludin Wahid

Seorang Blogger yang aktif dalam dunia Digital Marketing. Saat ini dia sedang menempuh pendidikan magister-nya di FIKOM Universitas Mercu Buana konsentrasi pada Media Industri dan Bisnis.
Tulisan ini dipublikasikan di Entrepreneurship dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *