Cara Menuju Kedamaian, Kaya Dunia dan Akhirat

Dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (13:28)

 

Beberapa hari ini saya sering melihat video youtube pemaparan cerdas tentang islam dan sains dari Dr. Zakir Naik (mengenai beliau bisa lihat : Wikipedia). Dari berbagai video beliau yang telah saya tonton saya mencoba menarik garis lurus untuk mencari the REAL of PEACE. Ya, Peace! Damai! Assalaam.. atau sebutan lainnya yang menunjukkan tentang DAMAI.

Tidak dipungkiri, banyak dari kita yang mencari kedamaian degan berbagai cara. Bisa jadi, damai itu mirip dengan sukses. Artinya, percuma sukses jika hati, pikiran dan jasmaninya tidak damai.

Tidak sedikit pula yang mendekatkan kedamaian itu dengan hal-hal yang bersifat kebendaan. Misalnya: Saya akan damai jika memiliki rumah mewah, mobil mewah, gadget terbaru, harta yang berlimpah.

Itulah “AKAN”, pada kenyataannya tidak. Banyak orang kaya harta tidak damai.

Yang jadi pertanyaan adalah KENAPA?

Selaras dengan Dr. Naik saya juga terinspirasi dengan Gen Kesebelasan Halilintar. Saya mencoba untuk menyederhanakannya menjadi satu pokok yang mencangkup keseluruhannya.

Kuncinya adalah mengenal Sang Pencipta. Ya, terlihat sederhana.. Mengenal Allah Swt.  Namun perlu kesungguhan dan keikhlasan untuk terus menjaganya.

Allah telah mewahyukan Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup sekaligus sebagai tuntunan manusia mengenal ciptaan-ciptaaNya.

Al Qur’an adalah kitab yang tidak ada keraguan didalamnya. Mari belajar mengenal Allah melalui Firman-firmanNya.

Pada dasarnya kita telah dilahirkan dengan kekayaan yang tak terhingga nilainya. Maka rawatlah itu, dan step selanjutnya adalah bagaimana berbagi kekayaan yang kita miliki.

Jika kaya ilmu, berbagilah dengan ilmu, jika kaya hati maka berilah nasihat bagi sesama. Bila kaya harta maka gunakanlah harta itu di jalan Allah.

Apapun profesi yang kita jalani saat ini, gunakan itu sebagai cara kita untuk mencuri perhatian Allah SWT.**

 

 

[infobox style=”alert-success”]“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)[/infobox]

Tentang Hilaludin Wahid

Seorang Blogger yang aktif dalam dunia Digital Marketing. Saat ini dia sedang menempuh pendidikan magister-nya di FIKOM Universitas Mercu Buana konsentrasi pada Media Industri dan Bisnis.
Tulisan ini dipublikasikan di Entrepreneurship dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *